CEO RCTI ke Microsoft Indonesia, CEO Jawa Pos ke PLN. Ada yang Aneh?
- Wednesday, December 23, 2009, 7:16
- Explore
- 440 Views
- 5 comments
Pimpinan group Jawa Pos (baca: MEDIA) Dahlan Iskan ditunjuk Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Yup, gue baru aja baca di detikcom — Menneg BUMN Akui Dahlan Iskan Dirut Baru PLN — ada yang aneh? hmm sepertinya ga, or belum.
Beberapa hari yang lalu, Microsoft Corporation baru aja mengangkat Sutanto Hartono, mantan CEO RCTI (baca: MEDIA) sebagai Presiden Direktur Microsoft Indonesia. Beritanya gue baca di sini — Sutanto Hartono, Presdir Microsoft Indonesia Yang Baru — ada yang aneh?hmm iyah. gue baru sadar kalo ada yang aneh. catatan, ada yang aneh bukan berati ada yang salah yah. totally different. yang aneh di sini, faktanya, dua top management dari dua MEDIA besar menjadi petinggi di dua perusahaan besar di Indonesia, dengan strong background yang berbeda. Satu untuk perusahaan energi, dan satu lagi untuk perusahaan berbasis teknologi informasi.
Gue ga fasih ilmu HR-HRan. dan gue juga belum googling terlalu banyak tentang Dahlan Iskan. apakah di antara 100 perusahaannya ada yang related dengan urusan listrik2an atau ga … dunno. Satu2nya yang gue tahu, (ternyata) sejak November kemarin, bapak ini sudah gencar ngobrol soal kelistrikan hehe. salah satunya — Perbaikan Gardu Listrik nan Lama –
Tapi masa sih hanya karena tulisan ini, terus beliau terpilih jadi Dirut PLN yang baru? :D as far as i know, ada dua orang lain dari internal PLN sendiri yang jadi kandidat. dan gue masih yakin, mereka masih lebih nyetrum dari Dahlan Iskan :) sorry to say … * jangan2 opini gue ini sama dengan opini serikat pekerja PLN yang udah nolak pemilihan beliau?* doh!
Microsoft? setelah Tony Chen mundur dari posisi Presdir Microsoft Indonesia bulan Juli kemarin — Tony Chen Mengundurkan Diri dari Microsoft — belum ada definitive Presdir yang terpilih, sampai berita di atas dirilis, yang menjadikan Sutanto Hartono menjadi Presdir Microsoft Indonesia per akhir Januari 2010. Sebelum menjabat di Microsoft Indonesia, Tony sebelumnya menjadi Direktur Penjualan Country Oracle, dan Manajer Country untuk Dun & Bradstreet Software. — Ga aneh. garis tangannya bener, di jalur yang ga aneh menurut gue.
Sekali lagi gue ga fasih ilmu HR-HRan, apalagi ilmu CEO2an kelas tinggi ala Paulus Bambang WS. Tapi kok yah gue merasa aneh dengan pilihan ini di Microsoft. Sutanto Hartono, CEO RCTI sejak tahun 2008 dan Managing Director tahun 2003, dan juga berperan sebagai Direktur Media Nusantara Citra, induk perusahaan dari RCTI, sampai detik ini, setidaknya sebelum gue mulai googling2 tentang beliau, — ga punya background yang kuat di teknologi informasi :D mudah2an gue salah. tapi kalo dari pengakuan ini
“ Dengan latar belakang saya pada bidang media dan hiburan, saya berharap untuk membawa sudut pandang baru terhadap pendekatan Microsoft pada komunitas Bisnis, Pemerintah, sektor Pendidikan termasuk pasar konsumer Indonesia,”
setidaknya ada pembenaran atas opini gue.
UPDATE: setelah googling, background beliau ternyata di Chemical Engineering dan Business! dan juga mendirikan Sony Music Entertainment di Indonesia.
tapi ya itu. Apa Alasan Microsoft Indonesia Memilih Sutanto Hartono? murni bisnis, berarti. kebutuhan pasar!
CEO sering diangkat menjadi CEO karena kemampuannya menghasilkan bilangan yang membuat buku perusahaan jadi cantik hehehe. *lirik PLN
Beliau berdua ini adalah profesional murni (bukan pemilik saham), good point.
Beliau berdua ini pastilah sangat inspiratif dan visioner, dan punya reputasi.
Sedikit lebih tenang setelah membaca quote ini ~ Pakar manajemen Tanri Abeng mengatakan, sosok CEO ideal yang layak diidolakan itu biasanya memiliki perpaduan keterampilan leadership, entrepreneurship, dan keberanian mengambil keputusan. “Perpaduan ini sangat tergantung pada jam terbangnya, sehingga melahirkan banyak wisdom. CEO adalah pembelajar sejati,” kata Tanri ~
tapiiiiiiiiiiiiiii ya itu.
tetap aja masih aneh menurut gue hahahahaha
anyway, selamat bekerja, bapak-bapak!
No related posts.
About the Author
5 Comments on “CEO RCTI ke Microsoft Indonesia, CEO Jawa Pos ke PLN. Ada yang Aneh?”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!
biasanya kalau udah level eksekutif gitu, perpindahan antar industri adalah hal yg biasa. di level seperti itu, pengetahuan teknikal sudah bukan yg utama, yg lebih dibutuhkan dan dominan adalah kemampuan manajerial, leadership dan seberapa visioner si eksekutif atau CEO.
saya gak meragukan integritas dan kualitas kedua tokoh tersebut, tapi everything can happen. mudah2an mereka bisa bekerja sesuai dgn harapan kita semua… :)
Kalau yang ini?
http://www.detikfinance.com/read/2009/12/21/164829/1263799/4/dahlan-siap-lepas-jabatan-dan-jual-pembangkit-jika-pimpin-pln
ya ya yah … semakin rumit aja. mudah2an semuanya berjalan baik.
btw, ada update sedikit ttg penolakan serikat pekerja pln:
1. Adanya konflik kepentingan, karena Dahlan Iskan merupakan pemilik IPP 2×25 di Kaltim, dan berpotensi untuk mengembangkan kegiatan usaha pribadinya tersebut.
2. Dahlan Iskan tidak mempunyai kompetansi di bidang ketenagalistrikan maupun manajerial sistim kelistrikan.
3. Adanya indikasi Dahlan Iskan sebagai titipan dari kapitalis asing untuk segera memprivastissi PLN.
4. Dahlan Iskan pendukung berat mekenisme pasar bebas atau neloliberal dan akan mempercepat un builnding PLN untuk diprivatisasi sesuai UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
5. Dahlan Iskan akan segera melaksanakan hasil RUPS pada 8 Januari 2008, yaitu membentuk anak perusahaan distribusi di Jawa Bali, Privatisasi (IPO) anak perusahaan PJB dan Indonesia Power.
http://economy.okezone.com/read/2009/12/23/320/287634/gm-pln-berbondong-bondong-mundur
Mudah-mudahan visi-nya Pak Dahlan bisa membawa PLN menjadi lebih baik ya Om, dan dipilihnya beliau bukan karena artikel ajah kekekeke…
Salam kenal Om Valent, menarik artikelnya.
soal majunya Pak Dahlan sebagai dirut baru PLN, juga memberikan pandangan lain bagi sebagian pihak. Saat ini masyarakat melihat ada yang tidak beres di PLN (dalam hal pendanaan, pencurian listrik, dan lain-lain) yang terjadi mulai dari pimpinan sampai keryawan terbawah…dan untuk memperbaikinya akan lebih baik jika menarik orang luar. Mungkin begitu…tapi faktanya saya kurang tahu…
terus terang saya agak sependapat dengan beberapa komentar di situs okezone (http://economy.okezone.com/read/2009/12/23/320/287634/gm-pln-berbondong-bondong-mundur)